Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label pengalamanku

Penghisapan Keringat Itu Tidak Adil, Tuan Tanah!

petani garam lagi mikul O leh Ki Ageng Linglung Kaummudapergerakan-Guluk-Guluk . Tuan Tanah Terhormat, bagaimana kabarmu? Semoga baik, sehat dan lancar-tenteram dalam beribadah. Hari ini (Rabu, 17 September 2014) kami ingin berbagi cerita tentang acara Lokakarya Nasional “Garam Indonesia dan Kendala Kesejahteraan Petaninya”  di PP. Annuqayah, Guluk-guluk, Sumenep. Acara ini akan berlangsung selama empat hari, yaitu mulai tanggal 15-18 September 2014. Dalam acara itu, kami bertemu dengan para petani dari berbagai daerah di Indonesia, sebut saja Indramayu, Jepara, Cirebon, Palu, NTB, NTT, dan Sumenep. Dalam lokakarya yang diselenggarakan oleh KIARA itu, para petani berbagi cerita dan keluh-kesah sebagai petani garam. Banyak hal yang sebenarnya mereka utarakan dan pertanyakan tentang kebijakan pemerintah terkait petani garam, terutama ketidakstabilan harga garam dan keputusan mengimpor garam. Tuan Tanah Terhormat, tapi bukan itu yang ingin kami cerita padamu. Kam...

Berpihak pada Harapan

sinarharapan.co O leh Ki Ageng Linglung Kaummudapergerakan . Kali pertama bertemu lelaki kurus-dekil dengan sinar mata sayu itu, saya seperti katak dalam tempurung. Saya menganggap lelaki kurus-dekil itu tak ubahnya sosok yang hanya dipenuhi debu dendam. Ya, lelaki –yang kemudian hari saya kenal sebagai Pak Pardi, aktivisi veteran tahun ‘65-an. Dari cerita-cerita singkatnya, awalnya saya menganggap Pak Pardi sebatas melampiaskan kesumatnya pada Pak Harto yang memerlakukannya tidak adil. Saya pun yakin, Pak Pardi dan teman-temannya bergabung ke Sekretariat Nasional (Seknas) Jokowi Surabaya tak ubahnya “penumpang-gelap” gerbong perubahan anak-anak muda pendukung revolusi mental Jokowi. Hingga beberapa minggu, mata saya tetap terkungkung oleh dinding ego untuk memerhatikan lelaku dan getar suara Pak Pardi dan teman-temannya. Baru di pertemuan ketiga Seknas Jokowi Surabaya, suara Pak Pardi seperti gelombang yang berdebur, mengguncang batu karang. Sore itu, Sabtu, 14 Juni...

Pawai Hari Kemerdekaan Ke-69 Republik Indonesia

Ayu Nurbadariya Ningsih, salah seorang peserta pawai O leh Mega Agustini Kaummudapergerakan-Karanganyar . Minggu, 31 A gustus 2014 , D esa K arang A nyar dan P ing g ir P apas mengadakan pawai dalam rangka H ari K emerdekaan I ndonesia ke - 69. Masyarakat begitu antusias dengan pawai i tu. H ampir semua pinggir jalan dipenuhi oleh banyak orang untuk menonton pawai tersebut. Tak terlupa keluarga kecil B apak Bambang dan I bu Ismawati. Anaknya , Ayu N urbadariya N ingsih - yang  juga keponakanku -   ikut serta dalam pawai itu. Adik kecil mungil dengan pipi ‘ cabi ’ ini menjadi “mantan dodot” ( begitu masyarakat D esa K arang A nyar  menyebutnya). Pada awalnya ada dua kendala yang terjadi. Pertama , S i P ipi C abi ini tidak mau menggunakan hiasan-hiasan di kepalanya karena hiasannya terlalu berat . K edua , dia tidak mau menunggangi kudanya karena terlalu tinggi. Kami begitu bingung dengan itu . H ingga kami membujuknya dengan banyak rayuan dan ...

Tarètan Ngoḍâ Jokowi

O leh Ki Ageng Linglung Kaummudapergerakan-Sumenep . Mulanya relawan ini hanya kumpulan anak-anak muda yang saya temui di gardu tepi jalan Desa Karang Anyar. Mulanya mereka hanya berempat: Mohamad Anwar, Jufri, Peco dan Musdar. Dari mereka relawan ini berkembang, bertambah: Mega, Hikmah, Deny, Devi, Mely, Durahman, dan lainnya. Mereka biasa saya temui setelah shalat ashar atau sehabis shalat isya’. Mereka adalah bagian generasi terdidik dari Desa Karang Anyar yang mulai paham dan cemas tentang kemajuan. “Ayo Genk, kau pilih Jokowi atau Prabowo?” Jufri melontarkan pertanyaan dengan tertawa. Waktu itu, senja hampir mengganti siang dengan malam. Saya pun tak banyak pilihan kata untuk menjelaskan pilihan saya. “Anak-anak muda selalu punya mimpi untuk masa depan yang lebih baik. Bukan bernostalgia dengan masa lalu,” saya melontarkan kata-kata itu dengan nada gurau. Sore itu mereka hanya nyengir mengunyah kata-kata itu. Saya pun paham. Pertanyaan mereka bukan kalimat ‘seriu...

Terlambat Sekolah

O leh Mega Agustini Kaummudapergerakan. Rabu, 06 Agustus 2014 hari ketiga masuk sekolah. Namun saya sudah mendapatkan masalah lagi. Saya terlambat untuk ke dua kalinya. Peraturan di sekolah saya terlambat dua kali akan dipulangkan dan harus memanggil orang tuanya ke sekolah. Pada awalnya saya mencoba tenang, namun setelah didata semua siswa yang terlambat saya dipanggil untuk menghadap Pak Misrawi karena sudah terlambat dua kali. Saya menghadap Pak Misrawi tidak sendiri. Tapi bersama teman saya Dewi. Kebetulan dia juga terlambat dua kali. Dan di sinilah puncak ketegangan mulai saya rasakan. Saya takut untuk dipulangkan karena saya merasa kecewa kalau harus memanggil orang tua kesekolah. Mungkin Pak Misrawi sedikit tersentuh hatinya kepada kami. Hingga beliau menyuruh kami ke Pak Zainollah. Kamipun menghadap pada beliau. Namun beliau tetap menyuruh kami untuk pulang. Rasa cemas saya semakin memuncak. Saya terdiam begitu lama. Hampir setengah jam kami berdiam tanpa eksp...

Hari Pertama Masuk Sekolah

Oleh Mega Agustini* Hari senin, tgl 04 Agustus 2014 adalah hari di mana libur sekolah sudah usai. Hari pertama untuk memulai pelajaran kembali. Namun hari yang sama saya terlambat untuk mengikuti upacara. Untungnya masih ada toleransi dari pihak sekolah karena masih pertama masuk sekolah. Usai upacara saya pun mencari kelas yang akan menjadi ruang belajar saya selama duduk di bangku kelas XI. Teman bangku saya adalah Reny. Dia adalah teman saya waktu di kelas X kemarin. Setelah menunggu hampir 1 jam akhirnya wali kelas kami datang. Beliau adalah Ibu Dewi hartatik yang mengajar bahasa indonesia. Pengenalan di dalam kelaspun berlangsung. Ibu Dewi berpesan kami harus beranggapan bahwa kami adalah saudara kembar yang harus melindungi satu sama lain. Kelas adalah rumah kami, dan Ibu Dewi adalah ibu kami. Hari pertama yang menyenangkan, karena saya bisa berkumpul kembali dengan teman-teman sekaligus bisa mengenal Ibu Dewi. *siswa kelas XI SMAN 1 Kalianget, Sumenep

Tim Jokowi-JK Berkunjung ke Perpustakaan Romah Sangkol

O leh Nur Hikmah Kaummudapergerakan-KarangAnyar . Pada Jumat, 1 Agustus 2014, salah satu anggota tim sukses Nasional Jokowi– Jusuf Kalla, yaitu Zuhairi B. Misrawi berkunjung ke perpustakaan Rumah Sangkol. Politisi dan intelektual muda PDI Perjuangan ini disambut meriah oleh OPERA (Organisasi Pemuda Karang Anyar) dan para petani garam. Sesampainya di tempat sekretariat perpustakaan Rumah Sangkol Karang Anyar, teman-teman OPERA selaku pelaksana kegiatan mengadakan audensi dengan tema “Serap Apirasi Tim Jokowi-JK Bersama Petani Garam”. Perbincangan berjalan dengan  lancer. Petani garam Karang Anyar dan Pinggir Papas menyampaikan aspirasinya terkait tentang garam yaitu, (a) Produktivitas garam, (b) Sarana dan prasarana lahan garam, (c) Bantuan PUGAR (Peningkatan Usaha Garam Rakyat) yang realisasinya tidak tepat sasaran. Harapan saya dan teman-teman OPERA (Organisasi Pemuda Karanganyar) dengan kedatangannya Zuhairi B misrawi dapat menjadi penyambung lidah petani ...

Pagi Hari Waktunya Pergi ke Sekolah

O leh Mega Agustini Kaummudapergerakan-Sumenep . Di sekolah a ku bertemu banyak teman , terutama anak-anak kelas X.IPS.2 . D ari pagi hingga siang tak ada kegiatan belajar mengajar . A kupun tak ta h u apa yang menjadi sebab  guru-guru tidak masuk untuk mengajar . A tau mungkin memang sengaja ditiadakan. Pagi hingga siang terpancar canda gurau di antara kami. S emua tertawa lepas , m eski di antara teman kami ada yang lagi galau . T idak begitu lama kar e na kami menghibur hatinya yang lagi galau. T ernyata hidup silih berganti dan berpasangan. Tak selamanya kita akan bahagia ataupun susah. Ada kalanya kita harus bahagia dan ada kalanya kita harus sedih. Ya, seperti yang a ku alami sekarang. M ungkin pagi hingga siang a ku tertawa bahagia . N amun pada sore harinya tepatnya pada saat saya pergi latihan senam aerobik, saya dan teman kelompok saya ( C hodzi, M ia, A ini , M bak Y uni, H olis d an l ain- l ain ) beradu konflik dengan M bak R eny hanya karna m...