O leh Teduh Sunyi AP Kaummudapergerakan-Pandau. Salam Golput. Di sini Ahad. Suara keran air di kamar mandi. Dan orang mengaji di mesjid. Dan aku ingin bercerita padamu. Rimbo Panjang . Dulu kakekku pernah melewati daerah ini dengan sepeda sewaktu hendak ke Pekanbaru berjumpa Tuok Onga-ku yang sedang sekolah di SGO (Sekolah Guru Olahraga). Sebenarnya itu jarak yang lumayan jauh. Untuk sampai ke Pekanbaru dari kampung kami dengan sepeda motor atau mobil biasanya menghabiskan waktu hampir dua jam. Tapi, ketika itu kakek bersepeda karna rindunya yang sangat pada Tuok Onga-ku, sedangkan kakek tak punya uang untuk ongkos. Di belakang sepedanya diikatkan kotak kayu yang di dalamnya bekal sebulan untuk Tuok Onga. Dan dulu Rimbo Panjang itu masihlah seperti namanya, Rimba yang panjang. Keadaan jalan serta kendaraan yang melewatinya tentulah tidak seperti sekarang. Dan aku melihat Kakek melintas di situ dengan kayuh sepedanya. Rimbo Panjang. Kemarin aku melewatinya ketika he...
Merangkai yang Terserak, Membaca yang Sublim