Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label karyaku

Sajak-sajak Muttafaqur Rahmah

*Muttafaqur Rahmah, dosen Untag Banyuwangi, alumni S-1 dan S-2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Surabaya Bapak (I) Hati Berseri-seri Bersemu Merah jambu Dan, kau , Pak Begitu saja tergeletak Tanpa sapa dan decak Dan, kau , P ak Bingung sendiri Menata duri Memaksamu mencuri wajah pagi Sedang aku yang sedari tadi di sini Entah sebagai apa Menari mencari Tanda tangan yang kupalsukan sendiri Bapak (II) Duduk Batuk Bisu sedikit menggerutu B apak (III) Saya tahu Itu, kamu, Pak, palsu! Bapak (IV) Campur Bawur Tawur Bapak (V) Teriak Sepi Tanpa awak Sejenak Bisul meledak Brumm brakk ! Bapak (VI) Saya dan Anda adalah angka 2,5 juta 4 juta 10 juta tanpa aroma Bias Lepas Asing Terasing Bapak (VII) Basi! Kadang bau seperti terasi Wangi yang kau bawa lari tak bisa lagi sembunyi tetap saja tak wangi tak mamp...

Siraman Sedudo

Oleh Arum Puriani , Mahasiswa PBSI 2014 asal Nganjuk Langit di kota angin terlihat begitu gelap, tapi jalanan kota terlihat begitu sangat padat. Hari ini tanggal 1 Muharram atau biasa orang jawa menyebutnya tanggal 1 Suro, tapi apapun namanya tanggal itu di kalenderku tetap berwarna hitam yang menandakan aktivitasku tetap harus berjalan. Tak ada yang spesial menurutku, ketika banyak orang membicarakan rangkaian ritiual siraman Sedudo yang akan berlangsung sehari penuh itu sebagai tanda perayaan Suro-an. Tiba-tiba saja perasaanku terasa aneh ketika pemikiran “terkadang” ini muncul dibalik setumpuk pemikiran aneh yang ku miliki. Terkadang aku begitu merasa sangat mencintai adat-istiadat yang memang butuh penangan yang tepat agar tidak luntur dengan begitu saja, tapi terkadang aku seperti enyah dengan rangkaian adat-istiadat yang menurutku nyleneh. Aku selalu merasa otakku kosong ketika harus diberi pertanyaan tentang adat-istiadat. Aku merasa tak perlulah menjawab pertanyaan-p...

Helmi Si Gendut

Oleh Mukhayyaroh, Mahasiswa PBSI 2014, asal Gresik Pada hari pertama OSPEK PARODI (Pengenalan Program Studi) III PBSI tahun 2016, mahasiswa baru diagendakan hadir di depan gedung RKB-D pada pukul 06:00. Karena itu, panitia “diwajibkan” hadir sebelum pukul 06.00. Pukul 06:00 aku bersiap ke kampus. Pagi itu, aku menunggu balasan BBM dari Iin. Aku biasa nebeng Iin kalau ada acara-acara di HMP. “Jangan-jangan Iin masih di perjalanan,” seruku dalam hati. Pukul 06:07, Iin belum membalas. Bagaimana ia membalas, BBMnya saja masih centang? Pukul 06:08 pesan itu baru terkirim. ‘Kulihat’ dia sedang menulis pesan dan cemplung, pesan darinya masuk. “Aku jemput sekarang Yaroh.” Pukul 06:23 aku sampai di kampus. Panitia yang lain sudah pada datang. Helmi berjalan mendekati aku dan Iin. “ Kok baru datang Yaroh?” Dengan sedikit nyengir aku menjawab, “Maaf Hel, nunggu tebengan dulu.” Helmi sudah terbiasa dengan alasanku yang satu ini. Dia menanggapi dengan senyum datar. “Sudah makan Hel...

Goresan Masa Lalu

Oleh Dian Apriatin* Dalam kesunyian sore, nyanyian alam mulai terdengar. Sayup-sayup angin berhembus menggetarkan jiwa dalam kehangatan senja. Bukit-bukit di ujung pandang seketika menghilang bersama kekalutan hati dalam diam. Senja mulai menua. Seperti kita. Umur kita. Dan juga kehidupan kita. Kita menjauh dari masa lalu, berlalu meninggalkan jejak dalam harumnya kenangan manis itu. Menjelma menjadi manusia dewasa yang mencari kesejahteraan hidup sepenuhnya. Hati berbisik seolah ada sesuatu yang tertinggal, namun tetap mengikuti kita dari belakang. Aku telah mencapai titik di mana aku kembali melihat ke belakang. Menengok dan memandang kembali salah satu dari ribuan kenangan usang. Seperti burung, aku telah bebas terbang menelusuri seluruh alam. Tapi sepertinya ada beberapa kenangan yang tak bisa untuk dilupakan. Kembali ku mengenang manisnya kenangan masa lalu. Masa kecil yang mengharuskan aku bersosialisasi dengan teman sebaya setiap harinya. Masa kecil di mana hanya ada c...