| Ayu Nurbadariya Ningsih, salah seorang peserta pawai |
Oleh Mega Agustini
Kaummudapergerakan-Karanganyar. Minggu, 31 Agustus 2014, Desa Karang Anyar dan Pinggir Papas mengadakan pawai dalam rangka Hari Kemerdekaan Indonesia ke-69. Masyarakat begitu antusias dengan pawai itu. Hampir semua pinggir jalan dipenuhi oleh
banyak orang untuk menonton pawai tersebut.
Tak terlupa keluarga
kecil Bapak Bambang dan Ibu
Ismawati. Anaknya, Ayu Nurbadariya Ningsih -yang juga keponakanku- ikut serta dalam
pawai itu.
Adik kecil mungil
dengan pipi ‘cabi’ ini menjadi “mantan dodot” (begitu masyarakat Desa Karang Anyar menyebutnya).
Pada awalnya ada dua kendala yang terjadi. Pertama, Si Pipi Cabi ini tidak mau menggunakan hiasan-hiasan di kepalanya
karena hiasannya terlalu berat. Kedua, dia tidak
mau menunggangi kudanya karena terlalu tinggi.
Kami begitu bingung
dengan itu. Hingga kami membujuknya dengan banyak rayuan dan janji. Akhirnya dia pun mau
menggunakan hiasan itu dan mengendarai kudanya.
Setelah lama
mengendarai kuda, Si Kecil mungil ini merasa nyaman. Tubuhnya
pun ikut bergoyang bersama gerakan kuda dengan alunan musik saronen. Semua mata
yang memandangnya seakan terpesona dengan kelincahan Si Mungil Pipi Cabi tersebut. Rasa takut yang pada awalnya dia rasakan kini
berubah menjadi rasa percaya diri dan bangga.
Pelepasan pawai tersebut di mulai dari Desa Pinggir Papas dan diakhiri di Desa Karang Anyar.
Komentar
Posting Komentar