Langsung ke konten utama

Desaku Tak Mau Mendengar

Oleh Muslimatul Maghfirah

Parsanga-catatanperubahan. Apakah saya punya desa? Ya saya punya. Namanya Desa Parsanga. Udaranya masih sejuk sih, tapi mulai banyak sampah di sebagian tempat. Masyarakatnya juga belum sadar akan perubahan itu. Teguran “jangan buang sampah di sungai” tidak diabaikan. Mereka masih saja melakukannya. Malah mengatakan "Halah, bukan urusan kalian."

Yah, kata-kata itulah yang sering mereka katakan . Jika ditanya mengapa tidak dibakar saja sampah itu? Mereka malah mengatakan, “Terlalu repot.”  


Bagaimana ada perubahan jika masyarakat Parsanga seperti itu? Mereka sengaja menutup kupingnya. Seakan tak mau tau apa yang terjadi di desanya. Bagaimana semua ini akan berubah? Jika mendengarkan saja mereka tak mau?

Komentar

  1. Bismillah saran saya supaya ada semacam penyuluhan khusus buat penyadaran lingkungan bersih dan sehat oleh pemerintah dan perlu adanya ketegasan pemerintah untuk menindak tegas bagi orang yg buang sampah tidak pada tempatnya , sebagai kaum muda kita harus aktiv memberikan sumbangsih terhadap kemajuan desa kita terutama kamu yg udah memiliki jiwa lingkungan hidup jadi bukan sekedar slogan aja green and clean yg penting itu actionnya dan kreatifitas kita dalam memberikan karya pada bumi nusantara ini apalagy kamu kan ketua eco greens club oke mungkin itu aja saran dari master wahyu herbal

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Simponi Ospek Prodi: “Saya Bangga pada Kalian”

Oleh Yulida Indah Sriningrum, Mahasiswa FIP 2015 asal Pantura Jawa            Pagi…          Masih terasa sangat pagi bahkan mungkin bisa disebut malam. M alam yang tidak mau melepas rembulan untuk menggantikan sang surya. Aktivitas padat pada 3 - 5 September 2016 sudah menanti. Pagi itu bergegaslah saya ke kampus. Dengan melangkahkan kaki , saya mengucapkan doa , memohon kelancaran pada Sang Khalik, Yang Maha Segala-galanya.             Saya mencoba menutupi kegelisahan , kebimbangan dan kebingungan saya. Dua acara yang sama-sama penting terjadi pagi itu. Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKM-F) yang saya geluti dan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) yang saya ikuti bersamaan mengadakan acara. Manajemen waktu memang harus dipersiapkan , jika mengikuti dua organisasi yang memiliki peranan penting. Saya memilih untuk mengikuti UKM - F lebih dulu , lalu saya menyus...

Melva Berpayung Gerimis: Catatan Kemah Sastra

Oleh Amrullah, Mahasiswa FIP 2015 asal Problinggo Malam pecah. Fajar menggeliat dari balik pohon asam di pinggir pesantrenku. Kicau burung lamat-lamat bersautan, terbangun dari tidur lelap-nyenyak semalam. Rona merah bak pipi Cleopatra timbul di sudut timur utara jendela kamarku, menandai pagi menjejak langit-bumi. Mengisyaratkan upacara baru akan dilaksanakan, setelah beberapa kali agenda pertemuan terlaksana. Ya, sekarang hari pelantikan pengurus baru HMP PBSI 2016-2017. Konsep pelantikan kali ini berbeda dari tahun sebelumnya. Agenda dan kegiatan baru yang dilaksanakan setelah pelantikan selesai: Kemah Sastra. Nama baru dalam memori otakku. Bukan perihal keawaman tentang kemah. Toh, semenjak Tsanawiyah tubuh ini telah berkutat dengan tenda, angin malam, nyanyian penyemangat, bahkan telah kebal dengan jarum-jarum lancip kebanggaan pasukan nyamuk. Namun sastra? Kemah sastra? Pikiranku belum mampu menerawang di dalamnya. Belum mampu menelaah kegiatan yang akan dilaksanakan. S...

SAHABAT ADA UNTUK SAHABAT

O leh Mega Agustini Kaummudapergerakan . Pagi yang indah . M erah sang surya mulai menampakkan diri ke permukaan. Dingin menyeruap menusuk raga. Hingga dalam perjalanan menuju sekolah diriku merasa kedinginan. Pagi itu aku bersama Devi, kakak kelasku.             Di sekolah ‘’Marisa apakah kamu sudah mengerjakan tugas Geografi?’’ tanya sahabatku yang mungil, Amel. ‘’ S udah , ’’ jawabku. ‘’Aku boleh pinjam tugasmu, soalnya aku belum selesai mengerjakannya?’’ M intanya dengan nada centilnya padaku. ‘’ B aiklah, sesampainya di kelas nanti akan ku kasih tugasnya , ’’ jawabku dengan santai. “T erimah kasih ,” ucap sahabatku ini. Sahabtaku Amel gadis cantik, mungil dan lucu ini kerap kali lupa untuk mengerjakan tugas sekolah. Biasanya dia selalu memintaku untuk membantunya mengerjakan tugas ketika di dalam kelas. Aku dan Amel selalu bersama meski kami memiliki sifat yang berbeda. Amel lincah, periang dan...