![]() |
| www.etnokartunologi.com |
Oleh
Nur Hikmah*
Kaummudapergerakan.
Syahdan, di
suatu desa kecil hiduplah suatu keluarga kecil yang terdiri dari Ibu, Kakak,
dan Adik. Mereka hidup dengan ekonomi yang sangat kurang untuk kehidupan
sehari-hari. Hidup dengan ekonomi yang sangat kurang, tapi
mereka segalanya buat Ibunya. Mereka mempunyai Ibu yang
sangat sayang padanya. Dan Ibunya selalu menanamkan pendidikan dari
kecil sampai hari ini.
Mereka bersekolah di sekolah
yang cukup jauh dari tempat tinggalnya. Meski dia
bersekolah, mereka berdua harus bergantian bajunya dengan saudaranya setiap
hari. Sehingga membuat mereka sering terlambat sekolah,
karena bergantian baju dengan saudaranya. Dan bila dia terlambat sekolah dia
selalu mengulurkan tangannya untuk bapak guru pengajarnya sebagai bentuk
hukuman karena terlambat, dan tangan tersebut selalu dipukul ketika harus
terlambat. Meskipun setiap harinya terlambat dia tetap semangat untuk
bersekolah, karena dia ingat pesan
Ibunya yaitu : jangan pernah kamu minta-minta kepada orang lain dan jangan
pernah kamu menceritakan kesusahan keluarga kita kepada orang lain, dan jika salah kamu
harus bertanggung jawab terhadap apa yang telah kamu perbuat.
Keesokan harinya Bapak Guru yang
sering memukul dan menghukumnya datang ke desa tempat tinggalnya.
Guru
tersebut tidak langsung menuju rumahnya.
Guru
tersebut melihat dari jarak jauh bagaimana kehidupan
ekonominya. Lalu guru tersebut yang sering memukulnya,
berkata dalam hatinya, “Kenapa kamu tidak
menceritakan mulai dulu? Kenapa kamu ulurkan tanganmu untuk dipukul?” Keesokan harinya guru
tersebut menunggu anak yang sering terlambat sekolah, lalu anak tersebut datang
terlambat lagi dan mengulurkan tangannya untuk dipukul lagi.
Namun
di hari itu dia mendapat pelukan dari gurunya yang
selalu memukulnya ketika dia terlambat. Guru itu berkata,
“Maafkan
Bapak Nak yang selalu memukulmu ketika kamu terlambat.
Bapak
tidak tahu dan kenapa kamu tidak bercerita semuanya kepada Bapak,
Nak?”
Anak itu sering tidak rapi, kusut bajunya
setiap masuk sekolah, dan menggunakan sepatu yang tidak layak
untuk dipakai. Buat kita yang masih mempunyai kedua orang tua
yang mampu untuk menyekolahkan anaknya, jangan pernah kalian mengecawakan kedua
orang tua kita. Buat kita yang masih merasakan pendidikan jangan
pernah kalian menyia-nyiakan dan mengabaikan begitu saja.
Karena masih banyak di luar sana
yang belum merasakan pendidikan dan kasih sayang kedua orang tuanya.
Karena
kedua orang tua adalah faktor utama yang akan mendukung, memperhatikan, dan
menanamkan pendidikan di dalam diri kita.
Bersyukurlah
kalian bisa menikmati semuanya dibandingkan anak-anak yang ada di jalanan.

Komentar
Posting Komentar