Langsung ke konten utama

Dusunku, Palebunan

Oleh Mega Agustini

Kaummudapergerakan-Karang Anyar. Desa Karang Anyar terkenal dengan desa penghasil garam. Hampir setiap tahunnya desa ini menghasilkan garam. Bicara tentang desa Karang Anyar, menurut ayah saya, dahulu desa ini adalah saghara (masyarakat desaku begitu menyebutnya), yang secara bahasa Indonesia adalah lautan.

Menurut Bapak Saed (52) dahulu desa kami bukan di sini, melainkan di seberang desa dari tempat yang kami tempati sekarang. Dan sekarang tempat itu menjadi tempat pembuatan garam. Hingga suatu hari desa ini dipindahkan kelautan tersebut oleh pemerintah, dan sekarang sudah menjadi sebuah Desa Karang Anyar. Bapak yang memiliki 2 putri ini berkata bahwa itulah asal usul desa kami. Dinamakan desa Karang Anyar karena desa ini anyar (baru).

Desa Karang Anyar memiliki banyak dusun. Salah satunya Dusun Palebunan RT 07 RW 01. Kata seorang nenek parubaya yang tinggal dengan anak dan cucunya, asal usul nama Palebunan itu dari sebuah tempat yang ditempati sekarang. Dulu dusunku ini merupakan tempat lebunna buaya (sarang buaya). Namun lama-kelamaan tempat ini dijadikan sebuah dusun yang kemudian diberi nama Palebunan. Dusun yang menjadi tempat tinggalku saat ini.

Mega Agustini adalah magarsari Desa Karanganyar, Kalianget-Sumenep.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Simponi Ospek Prodi: “Saya Bangga pada Kalian”

Oleh Yulida Indah Sriningrum, Mahasiswa FIP 2015 asal Pantura Jawa            Pagi…          Masih terasa sangat pagi bahkan mungkin bisa disebut malam. M alam yang tidak mau melepas rembulan untuk menggantikan sang surya. Aktivitas padat pada 3 - 5 September 2016 sudah menanti. Pagi itu bergegaslah saya ke kampus. Dengan melangkahkan kaki , saya mengucapkan doa , memohon kelancaran pada Sang Khalik, Yang Maha Segala-galanya.             Saya mencoba menutupi kegelisahan , kebimbangan dan kebingungan saya. Dua acara yang sama-sama penting terjadi pagi itu. Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKM-F) yang saya geluti dan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) yang saya ikuti bersamaan mengadakan acara. Manajemen waktu memang harus dipersiapkan , jika mengikuti dua organisasi yang memiliki peranan penting. Saya memilih untuk mengikuti UKM - F lebih dulu , lalu saya menyus...

Melva Berpayung Gerimis: Catatan Kemah Sastra

Oleh Amrullah, Mahasiswa FIP 2015 asal Problinggo Malam pecah. Fajar menggeliat dari balik pohon asam di pinggir pesantrenku. Kicau burung lamat-lamat bersautan, terbangun dari tidur lelap-nyenyak semalam. Rona merah bak pipi Cleopatra timbul di sudut timur utara jendela kamarku, menandai pagi menjejak langit-bumi. Mengisyaratkan upacara baru akan dilaksanakan, setelah beberapa kali agenda pertemuan terlaksana. Ya, sekarang hari pelantikan pengurus baru HMP PBSI 2016-2017. Konsep pelantikan kali ini berbeda dari tahun sebelumnya. Agenda dan kegiatan baru yang dilaksanakan setelah pelantikan selesai: Kemah Sastra. Nama baru dalam memori otakku. Bukan perihal keawaman tentang kemah. Toh, semenjak Tsanawiyah tubuh ini telah berkutat dengan tenda, angin malam, nyanyian penyemangat, bahkan telah kebal dengan jarum-jarum lancip kebanggaan pasukan nyamuk. Namun sastra? Kemah sastra? Pikiranku belum mampu menerawang di dalamnya. Belum mampu menelaah kegiatan yang akan dilaksanakan. S...

Sepotong Kenangan di HMP

Oleh  Yunita Putriyanti , Mahasiswa FIP 2015 asal Sidoarjo Himpunan Mahasiswa Prodi atau lebih di kenal  dengan HMP , merupakan s atu organisasi dalam kampus yang saya  geluti  sejak semester 2. Sekitar setahun lalu saya berjuang untuk masuk dalam organisasi  di  ruang lingkup prodi. Prodi saya adalah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI). Jadi, lebih dikenal dengan HMP PBSI , FIP,  Universitas Trunojoyo Madura  (UTM) . Di  HMP PBSI,  saya mendapat banyak pengalaman baru yang menyenangkan. Orang-orang yang berada dalam HMP  PBSI  sangat menyenangkan. Ketua Umum (Ketum)  HMP PBSI  yang bernama Helmi Yahya juga sangat menyenangkan . Dia merupakan karakter pemimpin yang  membuat anggotanya tidak merasa dibebani dengan tugas mereka di HMP. Kak Helmi  -begitu  saya memanggilnya - sangat baik dan perhatian pada semua  anggota  HMP PBSI. D ia tidak pelit dalam berbagi ilmu maupun...