Oleh Dzurotul Muniroh, Mahasiswa PBSI 2015, asal Gresik Desisan angin pantai begitu sejuk, membuatku ingin tetap berada di tempat itu. Gubyaran ombak menatap batu karang mengalun keras. Alam terbuka begitu indah. Melepas penat sejenak, melihat suasana pantai di tepian jembatan Suramadu. Suara-suara tatapan ombak dan batu karang terus menyanyikan lagu cengkerama di telingaku. Suara kicauan burung mengirinya, membuhulkan kegembiraan. Gerimis bergemercik, menetas kecil-kecil, keharmonisan dalam sebuah kebersamaan. Itulah yang terlintas dalam kepala saya ketika harus menuliskan kenangan tentang ‘hujan’. Semua orang pasti memiliki kenangan yang istimewa ketika hujan turun. Pada tanggal 08 sampai 09 Oktober 2016, saya beserta panitia Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP), peserta diklat Pengenalan Program Studi (PARODI) III dan beberapa dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, berangkat ke Desa Kwanyar, Kabupaten Bangkalan-madura. Sebelum berangkat, kami berkumpul di Audit...
Merangkai yang Terserak, Membaca yang Sublim